Sel, 07 Mei 2013 00:23:55 +0700

Aku merasa hidupku benar-benar telah hancur. Aku heran dengan apa yang akan aku tulis. Ah… SIAL…
melihat namamu di atas kertas, bersama dengan calon suamimu…. hatiku benar-benar remuk…
dengan menulis ini, aku hanya ingin jujur dengan apa yang aku rasakan…..
ada hal yang sangat konyol, dari apa yang aku dengarkan dari mulut ibuku….
bahwa aku harus hadir di pernikahanmu, karena kau adalah sahabatku…
dalam hati aku berkata, betapa TOLOLnya kalimat itu,
tidakkah ibuku tau bagaimana perasaanku…. i know i wrong…
tapi aku merasa masih punya hati, masih bisa merasakan sakit hati..
masih bisa merasakan amarah, masih bisa merasakan, bagaimana rasanya mati rasa..

Sebelumnya aku pernah menuliskan tulisan betapa sakitnya dicintai
mungkin yang satu ini akan lain betapa sakitnya mencintai
meskipun keduanya mengarah ke pribadi yang berbeda

aku tidak sedan menulis sajak
hanya saja aku sedang sering menekan tombol <enter>

  • cerita/Betapa.Sakitnya.Mencintai
  • Terakhir diubah: 5 bulan yang lalu
  • (Perubahan eksternal)