Kondisi saat ini notebookku terinstall 3 sistem operasi, Slackware 13.37, BlankOn (6.0) Ombilin, dan Ubuntu Studio. Yang terakhir adalah yang paling sering kugunakan belakangan ini. Kugunakan hampir setiap hari. Aku sendiri tak ingat kapan persisnya aku menginstall ketiganya. Namun yang pasti mereka telah menemaniku selama bertahun-tahun.
Sebagai informasi saja, ketiganya adalah sistem operasi 32 bit. Buatku, tak ada yang mengecewakan dari ketiganya. Aku menikmati segala kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem tersebut. Slackware dengan ciri khasnya, yaitu aku harus menginstall segala aplikasi dari kode sumber maupun dengan bantuan skrip khusus. Meskipun pada akhirnya aku menyerah ketika menginstall Inkscape, karena aplikasi ini memang memerlukan banyak pustaka. BlankOn dengan game yang dapat dijalankan secara maksimal. Meskipun pula sampai sekarang yang satu ini tidak dapat mendeteksi kartu jaringan (LAN), WiFi ok. Sedangkan Ubuntu Studio 12.04, insya Alloh akan tetap kupertahankan sebagai sistem operasi harian hingga aku merasa perlu untuk menaikkan versi atau pindah arsitektur ke 64 bit.
Terkait judul yang sudah kutuliskan di sini, memang dengan sengaja. Karena aku sedang berniat untuk meng-upgrade Slackware 13.37 32 bit terinstall ke Slackware 14.1 64 bit. Tentu saja, harus dengan inul alias install ulang. Karena sudah berbeda alam (baca: arsitektur). Lalu apa artinya bagiku? Oke, baiklah berikut ini kira-kira beberapa yang dapat kutuliskan, mungkin akan dengan sangat singkat :
sialnya setiap mendownload iso Linux, selalu kuambil yang i386. Asumsiku adalah karena kupikir secara default semua komputer akan dapat diinstall dengan arsitektur 32 bit. Berbeda dengan yang amd64, yang hanya dapat diinstall pada komputer dengan prosesor yang telah mendukung arsitektur 64 bit.— Samsul Ma'arif 11/02/2014 00:32