Baturraden, 25-27 Agustus 2015
Kontrak Belajar dan Perkenalan
Fasilitator: Syaiful Mustain
Fasilitator mengajak peserta berkenalan dengan menirukan suara hewan. Fasilitator memerintahkan peserta berkumpul berdasarkan kelompok nama hewan yang tadi dibunyikan, kemudian mengurutkan berdasarkan urutan anggota kelompok dari yang paling pendek ke yang paling tinggi. Kemudian Panitia Ridlo Susanto menentukan pemenangnya, dimenangkan oleh kelompok ayam. Selanjutnya peserta diurutkan berdasarkan abjad, dimenangkan oleh kelompok ayam kemudian kelompok bebek. Kemudian diurutkan berdasarkan usia, tahun, tanggal lahir. Dimenangkan kelompok kambing. Secara umum dimenangkan oleh kelompok ayam dan kelompom kambing sebagai juara ke-2. Selanjutnya peserta saling berkenalan antar-kelompok peserta.
Pembawa acara : Ahmad Fajri Nida
Lilis Nurul Husna, pengurus pusat NU
Rois Syuriah PBNU Cilacap,
Dibuka dengan ucapan Bismillah, dipandu oleh Pembawa Acara. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dirigen mba Muawanah…….
Sambutan dari PC Lakpesdam, Syaiful Musta’in :
Pelatihan ini dimaksudkan agar kita semua mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi, dan membaca kemungkinan2 terjadinya konflik. Baik itu konflik agama maupun konflik kepercayaan….
Konflik terjadi karena perbedaan, baik perbedaan pemahaman, agama, maupun kelompok. Kita mencoba untuk mengupayakan berbagai kegiatan untuk pengakuan atas kelompok-2 yang berbeda. karena perbedaannya karena ada minoritas, dan prioritas. Selain mengakui keberadaan, juga memberikan akses dan hak yang sama. Bagaimana NU menempatkan dirinya di atara masyarakat yang plural.
Sebagian lainnya merupakan kelompok masyarakat penghayat kepercayaan. Ada juga merupakan temen-temen GP Ansor, kehadirannya untuk menghindari konflik. Media diharapkan memberkan peran dan kontribusi positif, Isu tentang perdamaian menjadi isu yang diperkenalkan oleh teman-teman media.
Rencananya program ini akan berlanjut di tahun kedua. Jika ada yang kurang berkenan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya.
Sambutan PC Lakpesdam NU, Lilis :
Dalam kesempatan yang berharga dan penting ini, semua berkumpul, melatih diri bersama-sama. Memang ini kerjasama dengan Pengurus Pusat lakpesdam, melalui menkokesra untuk bekerja bagi kelompok masyarakat yang tereksklusi yang tidak diterima. Ada problem tidak diterima sebagai warga negara, perbedaan identitas. Di Indonesia, ada yang karena identitasnya berbeda. Sebagai lembaga NU, mengajak kelompok masyarakat yang lain untuk…. Sudah berbagai program pemerintah, tapi tidak banyak yang tertolong. Saya mau kasih contoh saja, Ada orang yang 12 tahun sampe hari ini masih hidup di pengungsian. di gedung transito. Kita hidup di rumah kita yang kecil, penuh dengan kebahagiaan. Tapi bisa dibayangkan orang-orang yang di pengungsian. Hari ini ada yang menyusul dari sampang, madura. Rumahnya dibakar. Orang lain bilang yang membakar tetangganya, sebenarnya bukan. Kita susah mendeteksi gejala-gejala orang yang memprovokasi. pelatihan ini bertujuan agar temen-temen semua memiliki sensitifitas gejala-gejala tersebut, berupa prasangka, dll. Sebagian Islam Syiah, orang, menghina sahabat-sahabat nabi. Terjadilan konflik itu, rumahnya dibakar di jemundo, komplek rusunawa sekitar 50-an KK. Intinya PP Lakpesdam, bekerja sama dengan cabang, kalau sudah terjadi bagaimana merekonsiliasi kalau belum terjadi bagaimana mencegahnya.
Indonesia pada akhirnya dicurigai, dimonitoring oleh pihak lain. Sebenarnya indonesia ini toleran atau intoleran? salah satu yang kita harapkan nanti adalah jangan sampai kita dicap oleh pihak lain sebagai intoleran. Di negeri afganistan, 500 tahun konflik tak berkesudahan hingga hari ini, di sana ada ajaran untuk bunuh diri untuk berjihad dan masuk surga. menyerang kelompok-kelompok musuhnya. Mengampanyekan Islam ahlussunah wal jamaah di afganistan, islam rohmatan lil alamin…. Dua tahun lalu didirikan Nu Afganistan, menetralisir konflik di Afganistan. mengungang 20 mahasiswi dari afganistan untuk kuliah dan belajar di Indonesia.
Intinya adalah, setelah reformasi pintu demokrasi terbuka luas, memiliki cara kerja, paradigma, yang tidak seluruhnya sesuai yang ada. Organisasi bekerja sesuai dengan kemauannya…. beberama memiliki kehendak untuk mengubah ideologi bangsa indonesia.
Kita melawan ajaran kekerasan, kita memperbanyak aktor-aktor yang sensitif terhadap tindakan kekerasan.
Rois Syuriah PBNU Cilacap, Romo K.H. Syungada (15:40) :
Bismillahirrohmanirrohim… sholawat & salam, yang terhormat utusan PP Lakpesdam, Bapak-2 Ibu2 hadirin yang sedianya mengikuti pelatihan tanggap dini konflik yang kami hormati. Kegiatan ini sangat bersesuaian dengan apa yang dicita-citakan oleh Nu sejak berdirinya. Saya kira tidak perlu banyak pengantar, tadi sudah banyak dari PC NU, mari kita buka bersama-sama. NU adalah kelompok islam yang akan sangat bisa bersama-sama dengan panjenengan. Panjenenan dapat berdoa dengan cara masing-masing. Alfatihah…. Dengan demikian, maka acara pelatihan tanggap dini konflik ini kita nyatakan dibuka… tok tok tok….. Wassalamualaikum….
15:49 Azam, :
Bapak-ibu, kita memasuki materi yang pertama “Agama dan ajaran perdamaian”. Yang kita lakukan apakah ada akar agamanya? melihat soal perdamaian seperti apa? Kami dari PP Lakpesdam, kami melihat sebagai pintu masuk konflik dan pintu perdamaian juga dari agama kita. Motifasi kita untuk melakukan sesuatu yang baik,
Romo K.H. Syungada :
Saudara-saudara sekalian, maaf sapaannya saya ganti. kalau tadi bapak-bapak ibu-ibu, saya ingin lebih akrab, sekarang saya ganti jadi sodara-sodara. Secara struktural, lakpesdam meminta saya untuk menyampaikan. Saya sebagai rois syuriyah, teman-teman lakpesdam menurut saya terlalu berlebihan. Agaknya saya kurang pengetauan untuk itu, namun bagaimanapun saya ingin menyampaikan ajaran yang menurut saya…. saya anut. Menurut versi kami, ajaran islam menurut ahlus sunah wal jamaah, itu saja masih menurut kelompok ini pembawa…… Begini, karena ini berbicara tentang perdamaian, maka kami ingin menyampaikan, apasih sebenaranya tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh islam. Bahwa islam itu merupakan suatu agama, yang didefinisikan oleh para umala : aturan tuhan yang mengajak orang-orang yang memiliki akal sehat untuk mengikuti ajaran Rosululloh, untuk mendapatkan kebahagiaan yang abadi, di dunia dan akhirat.
…. yang kedua, agama islam itu hukum-hukumnya mengarah pada menegakkan keadilan. Keadilan yang sebenarnya. Umat islam melarang untuk berbuat tidak adil, meskipun terhadap orang yang bukan islam. “jangan sekali-kali kebencianmu terhadap sekelompok orang mendorongmu berbuat tidak adil.” Jika ada orang berbuat tidak adil, berarti telah menghianati ajaran agama islam. yang ingin kami sampaikan, ada pesan dari agama islam : pergauilah, perlakukanlah manusia itu sesebagaimana kamu ingin diperlakukan oleh mereka. kalau kita ingin dibaiki oleh orang lain, kita umat islam harus berbuat baik kepada mereka.
Saya mengenal juga orang-orang mantan PKI. Saya masih berhubungan dengan mereka, pada mulanya kenalan saya ini yang eks-PKI tidak menyatakan diri sebagai musyrik. Dan sudah menjalankan keimanannya sesuai kemampuannya. Karena sering diwadani, beliau akhirnya menganggap islam itu tidak baik. Akhirnya beliau sudah tidak muslim lagi karena menganggap muslim tidak baik.
Semua manusia di harapan hukum, termasuk hukum agama itu sama. yang membedakannya adalah takwa. soal keyakinan agama lain ya monggo, tidak ada model paksaan dalam agama. kebenaran sudah jelas. Agama yang ditawarkan itu mana, itu yang sesuai dengan pertimbangan akal kita.
… yang ketiga, Khusus untuk orang islam, yang ingin kami sampaikan dalam isalam itu ada keseimbangan antara hak dan kewajiban. Makin tinggi hak seseorang, makin tinggi juga kewajiban seseorang. Maslahan itu kebaikan, kebaikan yang diajarkan oleh ajaran islam itu betul-betul kebaikan. Ada 5 unsur yang betul-betul diperhatikan oleh islam, dan itu urutannya tdak boleh dibolak-balik. Pertama, agama islam itu menjaga memelihara agama itu sendiri. Kedua, agama islam itu memelihara menjaga jiwa. Kegita, harga, Keempat, Akal. Kelima, Keturunan. Orang hidup di dunia ini berdasarkan kelima hal tersebut. Kehidupan manusia tidak lepas dari itu. Tadi sudah saya singgung, islam itu tidak memaksanakan untuk mengikuti agama islam. Bukan berarti islam mau orang islam yang tidak mengikuti ajaran islam. Dalam islam dilarang menimbulkan kekacauan, bahasa quarannya fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Kekacauan yang ditimbulkan oleh perbedaan kepercayaan lebih buruk.
Menjaga jiwa, artinya islam itu benar-benar menjaga hak hidup tiap orang. Tidak boleh membunuh orang lain, melukai orang lain. Tidak hanya secara fisik. Tapi juga secara moral, tidak boleh menuduh seseorang melakukan perbuatan serong.
Islam itu tetap harus menghormati manusia sebagai manusia. islam melarang melakukan mutilasi. Ini dilarang betul oleh islam. Ketiga, memelihara akal, menjaga akal ini, mencegah agar tidak sampai terkena hal-hal sehingga pemilik akal ini seperti tidak memiliki akal. Bagaimanapun seseorang, meskipun sebagai orang besar…… Jangan sampai seseorang kehilangan akal sehat. Islam sangat melarang yang namanya mabuk-mabukan. Meskipun banyak anak-anak orang islam yang banyak yang teler, tapi itu sudah di luar ajaran.
Agama islam juga menjaga keturunan, artinya generasi yang sekarang diharapkan untuk menurunkan generasi yang paling tidak jika generasi ini dianggap yang terbaik, setidaknya lebih baik, jangan sampai menjadi generasi yang tidak baik. Orang tua mendidik anaknya agar rajin sholat itu dimulai sejak dini.
Umat islam itu harus selalu berusaha untuk mewujudkan perdamaian. Apa yang kami sampaikan itu tidak mungkin terwujud kalau konflik itu terus-terusan. Menurut saya dari ajaran ini, kita bisa menangkap bahwa islam itu sangat menghargai perdamaian.
Orang islam yang tidak menghargai agama lain, selama orang tersebut tidak mengusik maka orang islam tersebut tidak akan dapat mencium bau surga. Padahal bau syurga saja dapat dicium dalam jarak 40 tahun. NU sangat mengutuk perbuatan teror, perbuatan ISIS dan lain-lain.
Kurang lebihnya mohon maaf, dan kalau tidak tepat sasaran mohon maaf.
Sesi tanya jawab (16:35) :
Azam : Ajaran perdamaian. Seseorang harus memelihara agama, agama yang kita miliki dan agama yang orang lain peluk. Ada 5 hal yang menjadi sumber konflik, memelihara jiwa, akal-pikiran, harta. Mencuri tidak boleh dalam islam karena konteksnya adalah memelihara harta. memerkosa tidak boleh karena memelihara keturunan. Hukum itu misinya adalah bagaimana melakukan kebaikan. Memelihara keseimbangan atara hak dan kewajiban. Kami persilahkan jika ada yang punya pertanyaan, atau bahkan konsep tentang perdamaian silahkan disampaikan.
Muslam dari banyumas, Nyuwun sewu romo. kami ingin tahun, sebenarnya mulai kapan islam, hindu budha menggunakan kata agama. karena di luar negeri tidak ada. Kedua, manusia sebagai makhluk yang paling sempurna juga sebagai mahluk yang paling rendah, berarti kita bisa hidup sendiri tanpa orang lain…. apa yang saya katakan apa yang saya sampaikan sepertinya… sehingga kami dari penghayat kepercayaan sangat… bahkan bukan hanya sesama manusia namun dengan mahluk lain, menurut kepercayaan kami…
Fauzi dari kroya, kita percaya bahwa semua agama itu pasti mengajarkan kebaikan. apapun agamanya, islam hindu, buda dan sebagainya. akan tetapi kita sebagai umat islam adalah sahabat kita, misalnya FPI, amar ma'ruf nahi munkar. namun ada perbedaannya, FPI sikapnya anarkis, bagaimana sikap NU terhadap FPI ini? Setidaknya FPI memiliki sikap tegas… bagaimana sikap NU terhadap FPI, terutama di kroya….
Romo Kyai : Yang pertama istilah agama, ketiksa sya menjadi siswa sekolah guru saya bilang agama itu aslinya bukan kata agama. tapi u-gama, diakui atau tidak mayoritas orang indonesia itu mengamalkan agamanya itu sama dengan yang diamalkan oleh NU. bagi kami, apapun namanya, bahasa resminya dalam islam itu dien, karena di indonesia itu disebut agama. Apalagi itu, puasa, padahal dalam islam sebenarnya itu disebut shoum, ataupun siyam. Bagi kami tidak masalah…. ada orang yang kearab-araban menyebut sholat, bagi kami tidak masalah kita sholat disebut sembahyang. Kenyataannya di Indonesia ini agama pertama yang datang itu adalah hindu budha,
yang kedua, Menurut ajaran islam, manusia diciptakan dengan berbeda-beda, syurga diciptakan untuk orang-orang baik dan sebaliknya neraka untuk orang jahat. Kasih sayang Tuhan itu lebih dulu ketimbang kemurkaannya. Menurut konsep islam, anak adam, ya kita-kita ini tukang berbuat salah. Sebaik orang yang berbuat salah ini ya orang yang bertobat. Yang diridoi Alloh yang baik-baik, kita tidak tahu takdir kita apakah baik atau tidak, karena takdir dapat diketahui setelah terjadi.
Terkait yang dilakukan FPI, kalau memahami ajaran islam hanya dari satu sisi atau memahami ajaran islam berat sebelah. Memang kita memahami, sebagai individu muslim, islam melarang untuk berbuat kejahatan. Namun ada aturannya, sebagai individu kita memiliki tanggung jawab, kita bisa melarang dengan ucapan. kalau mereka tidak mau, itu sudah terserah mereka. FPI sebenarnya tidak boleh, bukan wewenangnya. Dari satu sudut, kita bisa menerima. namun dari etika agama, itu sebenarnya tidak boleh. Dikatakan ambigu ya monggo, tapi aslinya tidak boleh.
19:44, sesi perkenalan lanjutan dipandu Syaiful Musta'in. Masing-masing peserta memerkenalkan diri, menyebutkan nama, asal dan aktifitas, di tulis di plano. total peserta 34,saiful mustain tanggap dini konflik harapan perdamian, kesetaraan, masing-masing peserta menulis harapan dari pelatihan tanggap dini konflik dalam 1 kertas, tulisan besar, maksimal 6 kata. setelah menulis peserta diwajidkan menempelkan kertas tersebut di papan plano. isi tulisan diantaranya :
apa yang anda khawatirkan terjadi dalam 3 hari waktu pelatihan? peserta menulis dalam kertas 1 lembar.
pemateri : mba lilis :
mengekpresikan apa yang kita inginkan dan impikan, dengan sederhana namun dasar,dan penting, menyadarkan hal yang dianggap tidak penting menjadi penting.kader modal sosial. mba lilis menampilkan peta konflik dan kekerasan diindonesia. bom jw mariot, tragedi sampit dll. kita terbayang2 peristiwa konflik tersebut. indonesia sangat potensial perdamaian, meminta menggambarkan tempat tinggal dan lingkungan peserta dalam kontek membangun inklusi dan perdamaian, misi kader dalam membangun perdamaian apa saja? pencegahan konflik harus ada kader,usaha pencegahan,penanganan, dan penyelesaian, misi kader apa saja? peserta menggambar dalam kertas dengan spidol 4 warna perkelompok.
hasil gambar dipamerkan didepan dan dipresentasikan oleh peserta
peserta bercerita pengalaman realitas tentang hal-hal yang memicu konflik. perkataan yang mengancam terjadi konflik dalam suatu forum. mencela kelompok lain. hal paling mengancam
mba lilis bercrita konflik disampang antara syiah dan suny.memanfaatkan kemiskinan kpd syiah. mayoritas masyarakat hanya lulus MI, shg pemahaman agama kurang. menayangkan secara singkat misi pelatihan
misi pemulihan pasca konflik
sesi mlm ditutup oleh syaiful musta'in dan pengarahan untuk acara besok pagi, peserta pelatihan diwajibkan siap outbond jam 6 pagi, pembuatan yel-yel siapa kita? kader perdamaian,perdamaian! abadi!. Sesi berakhir pada 22:22 WIB.
………….. peserta membentuk lingkaran dan menyanyikan lagu-lagu antara lain desaku, kota surabaya, satu nusa satu bangsa. Kemudian dibagi menjadi empat kelompok, ibaratkan sebuah kapal yang oleng, dan hanya ada empat sekoci. Peserta menggunakan jempolnya untuk menentukan kelompoknya. Masing-masing peserta ditugaskan untuk menentukan apakah ajaran-ajaran, agama manapun, ajaran apapun yang berkaitan dengan ajaran tentang hubungan sosial. Peserta dalam kelompoknya membahas tatakrama, sopan-santun, unggah-ungguh baik antara orang tua-anak, maupun antar-umat beragama.
Selanjutnya adalah presentasi hasil diskusi masing-masing kelompok.
Pak Mame dari kelompok 1, belajar hidup rukun membangun budi pekerti. Misalnya di lingkungan ada kerja bakti, maka siapapun diundang untuk gotong-royong, apapun agamanya, semua diundang.
Berikutnya kelompok 2 berkesempatan memresentasikan hasil diskusinya. Tatakrama / etika 1. Aja mangan klandingan, klandingan itu pete cina (biar gak bau) saat pertemuan. Artinya jangan membanding-bandingkan, antara ajaran satu dengan lainnya. Beraneka ragam kepercayaan, dapat menyatu. 2. aja mangan kembang gedang (jantung), jangan makan jantungnya orang lain. Merupakan petuan-petuan 3. Aja mangan botor, aja kemlathak….. kita bisa saling menghormati pendapat satu sama-lain. Aja sing rumangsa bisa, bisaa rumangsa……
Kelompok 3, Judulnya pitutur luhur, atau wasito adi. (wasito : perkataan, Adi : luhur). Norma moral menjadi budi, moral menjadi pekerti, Norma etika atau pekerti masih banyak bersifat hukum, sampai dengan aspek sosial keluarga juga disebutkan. Ngrumangsani bahwa manusia itu dititahkan, selain sebagai mahluk yang paling sempurna, karena beliau yang Maha Kuasa itu maha suci, kita itu maha kotor. karena itu semua kepentingan manusia akhirnya manusia yang hidup di bumi harus menjaga, melestarikan. Karena bukan hanya untuk manusia saja, tapi untuk anak cucu kita juga. Sastra tanpa tulis……….
Sesajen merupakan ilmu pengetahuan…. Mawar, melati, kenanga, kantil.
Kelompok 4 :
Pitutur perlu penjelasan, jika pitutur wong nom aja mangan lele, nek ra dijelasna yo ra mangan lele temenan…
Closing dari mba Lilis, ,….. memengaruhi hubungan sosial antar-manusia… ada prasangka yang dapat memengaruhi relasi antara manusia, apakah agama, inklusi, atau eksklusi. Intinya semua ajaran, memiliki aturan etika bertoleransi, (berlaku universal). Namun saat ini banyak konflik, orang saling mengeksklusi. Apakah ini sudah pudar, ataukah ada hal lain. Dari janin, lahir sampai mati, semua sudah diatur dalam ajaran agama. Namun kenapa terjadi masalah? Ada pergeseran, atau ada faktor-2 eksternal? atau sebuah tendensi, interest di luar soal etik, yang tersembunyi, yang tak bisa dilihat….. sehingga eksklusi…..
(10:11) Mba lilis memandu peserta untuk menyanyikan “Mars Ya Lal Wathon”, peserta membentuk setengah lingkaran. Lagu diciptakan oleh Ky. Wahab Hasbulloh sebelum merdeka.
(10:20) Mas Imdad memerkenalkan diri, beliau IAIN Yogyakarta, sekarang sedang mengambil komunikasi POlitik di Universitas Paramadina. Pekerjaan utamanya sebagai relawan. Saya lama bekerja di poso, di daerah konflik, di ambon, di sambas. Mungkin masih banyak yang punya ingatan tentan konflik di daerah-daerah tersebut.
Apa bedanya sengketa dan konflik? Peserta berpendapat, sengketa itu individu, konflik itu umum. Peserta lain pendapat sebaliknya. Fasilitator menyontohkan, meminjam hp peserta dan menanyakan jika hp tersebut diambil…. Upaya penghilangan hak itu disebut Konflik. Konflik itu upaya penghilangan hak.
Peserta dibagi dua lembar kertas, merah muda dan biru muda. Tuliskan respon terbaik terhadap konflik Anda pada kertas yang berwarna merah dan respon terburuk Anda pada kertas yang berwarna biru muda jika terjadi konflik.
Terbaik:
Terburuk :
Orang yang lari dari masalah, adalah kelompok yang terbesar. yang kedua Provokator, bunuh, bui, bual. Sayangnya, kelompok yang paling sedikit adalah kelompok yang terkecil dari setiap peristiwa insiden, konflik. Ketika hadir di sini, bicara di sini adalah untuk menggerakkan kelompok ini untuk menjadi lebih besar. Itulah sebabnya, hampir setiap wilayah konflik, kelompok yang paling besar ini adalah yang lari,
Hati-hati dengan pikiranmu, karena pikiranmu akan menjadi perkataanmu. Hati hati-dengan perkataanmu karena perkataanmu akan menjadi etikamu. Peserta : dalam adat jawa, ada pikiran ada perbuatan. Di kepala itu diiket, dengan apa? dengan etika.
Nalar adalah mendialektikkan, antara pikiran dan (perbuatan ?).
Konflik bermakna negatif bila disertai kekerasan.
Poso, Ambon itu tidak kalah toleransi. Dulu mereka memiliki dua panci, jika saudara muslimnya datang makanannya akan selalu disisihkan, disiapkan khusus.
Kronologi konflik : sengketa → Ketegangan → Krisis → Kekerasan Terbatas → Kekerasan Massal → Peredaan → Penyelesaian.
Dalam konflik itu ada proses penurunan, Potonglah tiap setiap fase, supaya konflik tidak naik, tidak pecah menjadi lebih besar.
apa indikasi, atau indikasi paling gampang untuk melihat orang (pemangku kepentingan) terlibat apakah dia tepat untuk terlibat atau tidak dalam penanganan konflik.
Sumber konflik di Indonesia :
Di palu kota kelahiran saya, walikota saya saya acungi jempol karena meminta maaf.
Peserta : Jadi selama ini kita hanya melihat pada permasalahannya, kita belum melihat akar dari masalah, sumber konflik. Sekilas cerita, ketika sowan, kita memohon doa….. Harus dikorek akar permasalahannya, jangan instant.
Peserta : Saya tertarik dengan konflik di papua, mengapa orang papua kok kayak gitu. Dan pemerintahan kita kok kayak mau menyelesaikan kayak tidak. Selanjutnya lagi permasalahan tap MPR terkait PKI…….
Pertanyaan yang telah menggetarkan hati saya. Ternyata orang papua……hanya dinikmati oleh sekelompok elit papua. Sejarah yang tidak dipahami. Kita datang ke papua dengan nalar Jakarta. Mentri datang beri bantuan…. Orang papua: kalian datang menambah masalah kami, yang kami butuhkan adalah rasa damai, rasa aman. Ada korban, kalian tidak jenguk itu di rumah sakit.
Aceh itu, bukan tanpa masalah itu. Orang aceh: kalau dulu pak, kalau panglima makan itu kami yang sediakan. kalau sekarang panglima makan, dia makan untuk dirinya sendiri, tidak melihat kita.
Moderator Fajri: Pukul 11:37 istirahat hingga pukul 13:00 harus sudah kumpul di ruangan ini lagi.
Kita ada di mana? kita sedang berada di conflict prevention. Ada paradigma yang bergeser, di dunia dan di indonesia… Kekuatan kedisiplinan negara mulai berkurang, saat suharto, pada saat itu apa yang…. 2004 ke sini, yang dinamakan konflik masif seperti di Ambon, ternyata itu konflik sporadis yang merata di mana-mana. konflik agama, ahmadiyah, syiah, dan lain-lain…. Di kristen, kasus yang menimpa kemarin…
Hukum di satu sisi sebagai instrumen, (ketetapan hukum tertinggi, adalah ketidak adilan tertinggi, hukum….).
….tidak semua substansi masalah kita bisa diselesaikan secara hukum.
Ada 3 indikator penyelesaikan konflik :
Mengubah dinamika perundingan/negosiasi/mediasi. Misal A berkonflik dengan B, saling menjatuhkan. Supaya kedua belah pihak tidak fokus pada lawannya, tapi fokus pada masalah. Kedua belah pihak harus duduk bersama, masalahnya sebenarnya itu apa. Kalau masing-masing hanya menyampaikan kemauannya, masalah tidak akan selesai.
Setelah asesmen, ternyata pendidikan kita mengandung masalah intoleran. Bahwa soal hubungan orang lokal dan pendatang itu tidak cukup harmonis. Ini direkonstruksikan… tapi ada fakta lain, betama mudahnya kita terjadi konflik. Sebagai masalah dia tidak kelihatan.
Ibarat saya merokok, saya buang saja terbakar hutan itu. Hanya butuh akselerator, berupa angin untuk membakar seluruh hutan.
Cerita: di poso itu ada orang kristen, dikelilingi oleh komunitas muslim. Ketika mau ke pasar itu harus dikawal polisi. Kami ditantang, untuk melakukan asesmen. Ternyata masalahnya adalah masalah ekonomi. Kita ketemu, bahwa terserah mau agama apa tapi masalah ekonomi. Kami berhubungan dengan dinas pertanian, meminta untuk mengadakan pelatihan penganggulangan hama tanaman. Akhirnya itu bisa menjembatani setelah konflik selama bertahun-tahun, ketika bertemu mereka berpelukan dan menangis. Itu semua kami dokumentasikan, kami filmkan.
Menjembatani pola Pendekatan : pendekatan resolusi dan pendekatan HAM. (slide ditampilkan, tulisan terlalu kecil).
Slide selanjutnya: bagan CEWERS (Conflict Early Warning System)…..
Prinsipnya :
Saya pernah diundang pelatihan di timor-leste, saya bertanya apakah kita bisa mendeteksi potensi terjadinya konflik? Kemudian kita memetakan, ternyata setiap tanggal sekian, menjelang lebaran terjadi insiden kekerasan.
Perserta berbagi pengalaman tentang konflik yang terjadi, dan penanganannya.
Peserta: sebenarnya sejak dahulu kita telah memiliki kentongan, yang salah satunya pernah digunakan untuk menangani konflik agraria di Cipari. Memang pada awalnya, kita belum bisa, seandainya nanti ada seperti ini, ini, ini, ini… kita belum bisa mendeteksi, memperkirakan, seandainya terjadi seperti ini, kita belum bisa mengira-ngira.
…..mari kita mengandai-andaikan, setelah pulang dari sini, ketika menghadapi konflik, entah itu…. Harus ada sistem
Pukul 15:30, Syaiful Musta'in mengajak peserta untuk bermain untuk menyegarkan pikiran. Syaiful menyebutkan nama binatang, kemudian peserta merespon berdasarkan nama hewan yang disebutkan.
Lilis juga memberikan sebuah permainan,…. memori itu sangat penting..
Ahmad Miqdad :
Slide, (ilustrasi) Rancang bangun kelembagaan CEWERS, fondasinya adalah partnership.
Slide selanjutnya, Kelembagaan CEWERS Nasional dan Kabupaten
Slide alur
ada 2 problem besar di Indonesia dalam penganganan konflik,
Selanjutnya, kita perlu melakukan rekrutmen relawan, Kemudian pembentukan & set up tim CEWERS, pembentukan sekretariat CEWERS, dan pelaksanaan CEWERS.
Saya mau cerita, di poso di Ambon sudah mulai jalan. Mereka tak lagi khawatir. Ketika kami ke myanmar, saya menjelaskan kontruksi CEWERS ini sudah di dua negara di myanmar. Seorang mengangkat tangan, menyatakan dia pernah mengapatkan pelatihan dari orang yang pernah belajar di lembaga kami. Kemudian saya tanya, apakah efektif. Sangat efektif, katanya. Diterapkan dalam konflik apa? ternyata di kehutanan.
Slide Titian perdamaian Framework, digambarkan sebuah bagan. Simtom,
Faktor-faktor tersebut harus dianalisis. Salah analisis, masalah tidak akan terselesaikan. Bisa jadi masalah baru. Menyelesaikan masalah dengan masalah. Bagian penting lainnya adalah aktor, apakah aktor tersebut itu elit. Elit dapat memengaruhi kelompok rentan. Ada kelompok lain yang dapat mendinamisasi (mengubah), berupa aktor fungsional yaitu kelompok menengah. Yang dapat menglarifikasi…
Aktor tersebut perlu diorganisir. Karena salah mengorganisir, salah …. Faktor ini tidak akan berbunyi apa-apa, tidak akan berdampak apa-apa tanpa respon cepat. faktor merespon faktor.
Di eskalasi, penurunan tensi ini yang …. kalau agama menjadi pemecah, kemungkinan ada konektor yang lain. Kadang-kadang, bisa ditafsir ulang secara serius. nah keterampilan2 ini juga dapat menjadi kegiatam CEWERS….
Sebenarnya kita bisa melakukan pelatina dengan belajar mendeteksi sebuah malah, melakukan identifikasi dalam berbagai forum.
Peserta kembali dibagi menjadi beberapa kelompok untuk :
Analisis sumber masalah, tolong gunakan dua instrumen, yaitu dengan pohon masalah, dan dan SAT (struktural, Akselerator, dan Trigger)
Analisis Aktor :
| Aktor | Tindakan Nyata | Kepentingan | Sumber Kekuatan |
|---|---|---|---|
| Elit ? | .. | .. | .. |
| Aktor Fungsional ? | .. | .. | .. |
| Kelompok Rentan ? | .. | .. | .. |
(16:57), Peserta memresentasikan hasil diskusi. Kelompok 2 mengangkat konflik tentang lomba sepak-bola agustusan. Masalah
Kelompok 3 mengangkat konflik pilkades, aktornya adalah Elit : Calon lawannya….
| Aktor | Tindakan Nyata | Kepentingan | Sumber Kekuatan |
|---|---|---|---|
| Elit ? (calon lawan dalam pilkades) | .. | Karena dia dendam, dia hendak melengserkan musuhnya | dari uang pribadi, sponsor, pendukung yang fanatik |
| Aktor Fungsional ? (Panitia, LSM) | memberikan pengertian | Keyakinan, kepercayaan masyarakat, hidup rukun damai | .. |
| Kelompok Rentan ? (pemuda-pemuda labil) | ikut | menikmati senang sesaat | fisik pemuda tersebut |
Kelompok 1, mengangkat pengalaman konflik penganiayaan. Di salah satu hari, pada waktu H-2 hari raya idul fitri. di desa kami. permasalahan miskomunikasi penganiayaan, diadakan mediasi. Awalnya ada salah satu pemuda yang sudah janjian dengan ceweknya, kemudian si cewek minta dijemput di rumah temennya. Cowoknya njemput, setelah dijemput si cewek menolak. Dengan adanya penolakan cowoknya pulang, yang punya rumah (pihak ketiga), dia berbau minuman keras… terjadilah penganiayaan. Hingga sampai ke luar jalan, ditumpangi oleh masyarakat umum. Masyarakat umum tau, malah ikut memegang korban. Pelakunya tidak ditemukan, kemudian lapor polisi.
Kita mencari solusi, bagaimana si pelaku itu…. kita melakukan mediasi, bertemulah kedua pelaku,
Kelompok 4, konflik antar geng perebutan wilayah.
| Aktor | Tindakan Nyata | Kepentingan | Sumber Kekuatan |
|---|---|---|---|
| Elit ? (geng) | tawuran antar kelompok | rebutan wilayah parkir | massa |
| Aktor Fungsional ? (kepala desa) | melakukan mediasi, | .. | kekuasaan sebagai kades |
| Kelompok Rentan ? (pengangguran) | karena terprovokasi oleh kelompoknya | menjaga solidaritas | .. |
Setelah diketahui, mediator memertemukan kedua kelompok…..
Saya maklum, karena dalam waktu dekat kita sudah dapat mengidentifikasi, meskipun masih meraba-raba. Kedepannya, kita harus lebih rinci. Jangan samapai salah mengidentifikasi, jangan sampai salah menganalisis, dan mengorganisasi .
Bedanya mediasi, negosiasi, arbitrasi
Negosiasi, masing-masing pelaku mewakili dirinya melakukan perundingan. Mediasi, penengah
Arbitrasi, kedua belah pihak menyerahkan suatu pihak untuk memutuskan siapa yang kalah/menang, benar/salah.
Closing statement : bahwa tidak ada gunanya, segalah hal yang kita pelajari di ruang kelas kalau kita tidak menerapkan. Sesunggunya kita sedang…. ada kita. Hidup ini harus punya manfaat. Semoga bermanfaat,
Kontak dan Alamat :Mohamad Miqdad
Nomor HP: 081341004957
Email: m.miqdad@gmail.com
Sesi malam Pukul 20:00 WIB, bersama mba Lilis
Lilis :
Assalam.. Dari pagi sampai saat ini apa yang pembelajaran apa yang kita peroleh:
Di cilacap pada dasarnya banyak konflik, selama ini belum bisa dutangani secara menyeluruh, dengan adanya pelatihan ini manfaat apa ynag diperoleh: setidaknya membantu untuk meminimalisir akan terjadinya konflik. Persoalan semakin dibiarkan akan semakin kuat. Sekarang kita akan membahas ttg soal yg maish berhubungan dg konflik : INKLUSI Sosial - Eksklusi.
Permainan terjadinya proses eksklusi, relawan 9 orang,menduduki kursi untuk contoh pengeksklusian. Perasaan org2 yangdisingkirkan: kecewa, sakit hati nelangsa. Ini juga terjadi dimasyarakat.. eksklusi berkaitan penghilangan hak orang.
Siapa sebenarnya yang biasanya tereksklusi: orang miskin,manula, cacat fisik, penyakitan, penghayat kepercayaan tdp Tuhan YME. Diluar negri, orang2 diffabel mendapatkan fasilitas yang baik sebagai mana orang2 yang utuh fisiknya.
Di india banyak sekali orang miskin, distasiun new delhi banyak sekli gembel2 pada tidur,
Muslam :
Kami sbg PK sangat merasakan eksklusi ini, bahkan kami dituduh orang2 yg tidak beragama, dan untuk mndpatkan KTP pun kami kesusahan, dan kita dipaksa untuk memilih salah satu agama yang disahkan oleh negara
Lilis :
Menurut penjelsan pemerintah bahwa sebenrnya dstripkan dalam KTP scra admnitrasi tercatat di sipil bahwa ada agama resmi yg 6 maka diluar yg 6 masuk di capil. Kita sekarangmelihat masy yg ter eksklusi dan salh satunya adalah PK dg berbgai hal yg dihadapi. Sepertinya Hindu kaharingan perubahan orde baru sama sprti PK harus memilih salah satu agama yg disahkan. Ada caatan tambahan??
Saiful :
Temn2 lakpesdam sering ketmu dg Pk kami ,ncoba utk menggali persoalan yg dihadapi oleh PK, awalnya pak muslam tdk sevulgar ini, dan ini yg sbnrnya kita harapkan dri awal, kalo memang ada persoalan yersbut, sbnrnya tu yg ingin kami komunikasikan dg pmerintah. Catatany kita didisdukcapil: pandgan trhdp PK : pemernth dtk serius sosialisassi efeknya didesa yg mau mengurus KTP strip di perangkat desa tdak dilayani dg baik. Saya mengapresissi adanya UUD yng memperboleh kan strip dalam KTP. Ini suka strip dah diakomodasikan oleh Pemerintah dan DPRD, banyak tuduhan ke PK bahwa strip itu untuk organssi terlarang.disii lain ada yg mempersoalkan dan persoalan yg uncul ketika strip itu ada, jika mati akan diurus sprti apa.
Ridlo :
Sekitar 4 bln yg lalu, saya bertemu dg ketmu ketua Komisi D, salah satu konsen nya adalah bagi2 kesejahteraan, percakapan kami menyinggung apakah pernah anggaran pernah melibbatkan PK, di patiumuan ada aspirasi akan membangun, kendalanya KTP, klo yg tdak tercatat tidak akan terteken, PK tdak lengkap, PK sangat jaranga mengajukan program, beda dg masjid musola dan geereja, disatu sisi problem PK kurang legalitas, pemrnth tdk responsif, kita perlu mendorong untuk PK menampakkan diri dri sisi legalitas. Secara sosial tdk bermasalah, akses kebijakan publik dan anggaran bermaslah.
Lilis :
Ada problem indivdu dan lembaga PK, saya ingin menshare soal diskusi kita, eksklusi yang dialami PK, keramgka: kita tdak memasuki wilayah keyakinannya, dimana2 NU mencoba membangun inklusi bagaimana pemernth melakukan eks yg dimana imbasnya ke pelayannan publiknya. Konteks diskuis membnagn : warga negara apapun keyakinanya dimata hukum negara harus sama.
Dimataram AHMADIYAH, menganggap mirza ghulam ahmad adalah nabi terakhir, bagi NU tdak diterima. Ini sesama islam pertarungannya: ini islam atau ahmadiyah ajja???. Temen2 dimataram membantu warga ahmadiyah, bukan membantu teologinya, ttp membantu pelayanan publiknya sebagai warga negara yg mempunyai hak negaranya. Meskipun ahmadiyah sering melakukan dakwah yg meresahkan dan memaksa NU untk meyakini ahmadiyah. Ini yg dibuthkan adanya etika toleransi.
Ahmadiyah masih tinggal dipengungsian selama 12 tahun, tinggal digedung transito. Masy yg menyerang mereka merasa bisa memonitor ini. aH tdk merasa bebas. Ada kelumpuhan pd instistusi yg harusnya memliki kewengangn utk mengtasi masalah. ,
Bupati help2 ke lapkpedam ketika AH mau diserang padahal otoritas punya pemerintah. pemda cilacap cukup meliki independi utk melakukan trobosan seperti bpati kuningan.
Yang kita pandang bukan AH ato PK tp mereka sbgi warna negra,
Peserta : Menurt kami PK masuk di aturan pemetintah,
Sekali lagi kita bicara bukan masalah teologi tapi sbgai warga negara. Eklusi terjadi terhadap kaum minoritas dalam suatu negara.
Pemerintah harusnya bisa mengatasi masalah rakyatnya. Saya sependapat ahmadiyah yang dilombok bisa untuk pembelajaran yang disini. Untuk menanggulangi hak warga negara HAM sudah bekerja apa belum?.
Kewajiban warga negara mengikuti aturan UUD yang berlaku diindonesia, dah seharusnya HAK HAK sbg warga negara pun dipenuhi oleh negara.
Gus muji: lakumdinukum waliyadin,
Perjalanan agam diindonesia sangat panjang, dan yang diakui dinegara itu melalui perjalanan dan perjuangan yang sangat panjang. Dan berkaitan dengan kondisi politik dlm negara. Indonesia berdiri diatas 4 pilar yang sangat penting dan menusantara.
Nalar kader memperjuangkan hak hak kaum exklusi. Sesi malam ditutup pkl 21:24.