Ini adalah dokumen versi lama!
Aku tak Percaya
Aku sendiri tak hampir tak percaya dengan apa yang aku rasakan sekarang. Aku begitu merindukanmu, aku begitu menyayangimu. Aku ingin memeluk tubuh mungilmu, aku ingin mengecup bibir lembutmu lagi. Ya, lagi. Karena hal ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Entah begitu sulitkah aku untuk melupakanmu, bahkan hampir tiap malam kau hadir dalam mimpiku. Terkadang aku menyebutnya nightmare terkadang juga kuanggap mimpi indah. Ya, mimpi indah yang buruk.
Aku tau, kau akan mengatakan kalau semua itu tidak akan mungkin terjadi. Aku pun setuju kau mengatakan begitu. Aku pun tau diri, siapa aku, dan bagaimana aku sekarang. Aku hanyalah seorang pemalas yang kini tidak punya apa-apa. Tentu bukan orang yang kau cari. Kau membutuhkan pendamping hidup yang telah sukses.