Ini adalah dokumen versi lama!


Sisi Positif

Kalau kau pernah membaca tulisanku di tempat yang lain atau di blog ini yang berjudul Sisi Negatif, itu sama sekali tidak akan ada hubungannya dengan tulisan ini. Meskipun keduanya memiliki judul yang berlawanan makna.

Dari apa yang telah aku alami, setidaknya ini adalah pengalaman yang tak akan terlupakan. Kali ini aku akan menulisnya dengan perasaan yang sudah tenang. Aku memiliki seorang sahabat kecil, dia adalah temanku sejak kecil, sejak kami berada di perantauan, di Sulawesi Selatan. Aku merasa telah jatuh cinta padanya, bukan sejak pandangan pertama, namun aku sendiri tak pernah mengerti sejak kapan perasaan ini telah ada dalam hatiku.

Sejujurnya, aku tidak ingin menceritakan ulang ini dengan begitu panjang lebar. Aku ingin fokus pada Sisi Positif dari apa yang telah aku alami. Singkat cerita, kami dipertemukan kembali setelah sekian tahun kami tidak bertemu. Tanpa kuduga, dia memiliki perasaan yang sama denganku. Kami pun mulai berhubungan, berkomunikasi, dan berakrab-akraban.

Tanpa kuduga, pada lebaran kelima dia mengatakan sesuatu padaku, bahwa dia akan dilamar oleh orang yang baru dikenalnya. Sungguh terkejutnya aku. Pikiranku kacau tak karuan. Mungkin ini yang ada dalam hatiku : perasaan marah, benci, ingin berontak, dan perasaan kacau yang lain bercampur menjadi satu. Pada hari itu juga aku pergi ke makam mbahku di Sidareja, dengan sedikit menyesal karena pada bulan puasa maupun pada bulan syawal aku tidak nyekar. Di sana aku sempat menulis beberapa paragraf yang dapat kau baca di bloggu yang berjudul Semua Tentang Uang.

  • cerita/sisipositif.1349352903
  • Terakhir diubah: 5 tahun yang lalu
  • (Perubahan eksternal)