Membalas Inbox Terakhir
Written by Samsul Ma'arif
2013/10/15 14:47
Baru menikah kemarin dan sekarang kau tak mengenali rupaku? Baguslah. Memang itu yang kau inginkan bukan? Aku sendiri tak tau harus merasa sedih atau senang. Yang kutahu, kau akan punya ribuan alasan untuk satu ungkapan. Teori-teori yang kau ungkapkan mungkin benar, tapi aku tak bisa lagi menggunakan teori darimu.
Yang perlu kau ketahui sekarang adalah; aku masih akan dan selalu menyayangimu dan mencintaimu, dengan caraku sendiri. Aku tak akan pernah melupakan namamu, meski ingatan ini yang nantinya akan membunuhku.
Sesekali, silahkan dengarkan lagu milik “Vierra” yang berjudul “Seandainya” :
Kelak kau kan menjalani hidupmu sendiri
melupai kenangan yang tlah kita lalui
yang tersisa hanya aku sendiri di sini
kau akan terbang jauh menembuh awan
memulai kisah baru tanpa diriku
Seandainya kau tau, ku tak ingin kau pergi
meninggalkanku sendiri bersama bayanganmu
Seandainya kau tau, aku kan slalu cinta
Jangan kau lupakan kenangan kita slama ini…
Lagu yang seolah hanya memiliki 2 bait lirik itu akan selalu kuputar, setiap saat, setiap ingatan itu terngiang dalam kepalaku. Bukankah sudah kubilang, AKU TAK AKAN PERNAH MELUPAKAN NAMAMU?
Saat ini kita telah memiliki kehidupan masing-masing, aku punya beberapa permintaan yang HARUS kau penuhi!
- JANGAN PERNAH PANGGIL AKU
ADIK! aku tak pernah suka kau memanggilku begitu. - JANGAN PERNAH KAU MUNCUL DI HADAPANKU! atau aku akan punya keinginan untuk memintamu untuk membunuhku!
Aku masih ingin melihat anakmu lahir, dan dia akan memanggilku “Ayah”. Kau mungkin sudah sering mendengar ini : “Tak ada yang tak mungkin di dunia ini!”
“Jangan Bercanda yang serius, Jangan Serius yang Bercanda”
http://mahmudah.samsul.web.id